Surabaya - Meningkatnya Tarif Dasar Listrik (TDL) ditambah dengan rencana pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun ini dipresiksi akan membuat sejumlah kebutuhan pokok pun merangkak naik. Hal ini membuat para pelaku usaha elektronik mengaku cemas karena penjualan elektronik dipastikan akan stagnan bahkan mengalami penurunan.
Marketing Director, Hartono Elektronika, Roy Soeprapto, mengaku kenaikan dua varian ini jelas akan membuat pasar semakin lengang dan menunda untuk melakukan pembelian elektronik.
"Awal tahun ini, penjualan di sejumlah cabang kami masih cukup normal. Namun respon pasar usai pengurangan subsidi BBM tak bisa kami prediksi akan normal juga," ucap Row Soeprapto usai kegiatan Hartono EZ.Cooking Class bersama Elektrolux di Bukit Darmo Golf Surabaya, Selasa (29/1/2013).
Faktor ini juga yang membuat Hartono Elektronik pun tak berani memasang target kenaikan penjualan elektroniknya, padahal setiap tahun biasanya target penjualan diprediksi bisa bertambah 20% hingga 30%.
"Namun tanda-tanda stagnan ini sebenarnya sudah terlihat di 2012 lalu dimana target penjualan hingga 30 persen tak tercapai bahkan cenderung stabil. Tampaknya di tahun ini juga akan mengalami hal yang sama," jelasnya.
Bahkan penjualan terbaik tahun 2012 lalu justru ada di gerai Sidoarjo, padahal di Sidoarjo Hartono Elektronik hanya memiliki satu gerai saja. Dibandingkan Kota Surabaya yang memiliki 5 gerai, Sidoarjo mampu menyumbang hingg 23 persen pendapatan. Sedangkan Malang kontribusinya hanya 9-10 persen.
"Untuk Malang masih rendah mungkin karena kawasan disana lebih dingin, sementara yang paling laris dari produk yang kami jual adalah TV, AC, kulkas dan mesin cuci," tandasnya.


17.30
Unknown

Posted in:
0 kritik dan saran:
Posting Komentar